Pustu Panaikang 57474747475
Minggu, 10 Mei 2026
Selasa, 16 Sep 2025 Kat : Berita Desa

SEKOLAH LAPANG PERTANIAN (PRAKTIK PEMBUATAN PUPUK TRICHOKOMPOS)

Sekolah Lapang Pertanian Desa Panaikang kembali menggelar pertemuan kelima yang difokuskan pada praktik pembuatan pupuk Trichokompos, sebuah inovasi yang diharapkan mampu mendukung peningkatan produktivitas tanaman secara ramah lingkungan. Pertemuan ini dilaksanakan di Balai Desa Panaikang dan dihadiri oleh para petani peserta Sekolah Lapang yang berasal dari berbagai kelompok tani di desa tersebut. Keikutsertaan petani menunjukkan antusiasme kuat dalam menerapkan teknik pertanian modern yang tetap mempertahankan keseimbangan lingkungan. Materi yang disampaikan bertujuan memberikan pengetahuan praktis sekaligus meningkatkan keterampilan petani dalam mengelola pupuk organik berbasis mikroorganisme Trichoderma. Pupuk jenis ini dipercaya dapat memperbaiki struktur tanah, meningkatkan kesuburan, dan menekan serangan hama yang sering menjadi kendala utama dalam pertanian konvensional. Pelatihan ini juga sebagai bagian dari program pemberdayaan petani agar lebih mandiri dalam mengelola bahan-bahan organik menjadi pupuk yang berkualitas, sehingga kebutuhan pupuk kimia dapat berkurang secara signifikan.

3 menit baca
Dilihat : 44x

Praktik pembuatan pupuk Trichokompos yang dilakukan selama pertemuan melibatkan beberapa tahap, dimulai dari pengumpulan bahan baku seperti jerami padi, daun-daunan kering, limbah sayur, dan kotoran ternak. Seluruh bahan tersebut memiliki potensi sebagai sumber nutrisi bagi tanaman jika diolah dengan benar. Selanjutnya, bahan organik dicampurkan dengan inokulan Trichoderma, yaitu mikroorganisme yang berperan aktif sebagai agen hayati yang dapat melindungi tanaman dari serangan penyakit dan meningkatkan aktivitas biologis tanah. Proses pencampuran ini harus dilakukan secara merata untuk memastikan pertumbuhan mikroorganisme optimal. Setelah pencampuran, bahan dikomposkan dengan cara ditempatkan dalam tumpukan tertutup agar proses fermentasi berlangsung secara anaerob selama 3 hingga 4 minggu. Dalam masa fermentasi, petani diperkenalkan serta diajarkan bagaimana mengatur kelembapan dan aerasi agar pupuk yang dihasilkan berkualitas baik dan siap diaplikasikan ke lahan pertanian.

Para peserta pelatihan mendapatkan kesempatan langsung untuk mempraktikkan setiap langkah pembuatan Trichokompos, mulai dari persiapan bahan hingga pengemasan pupuk jadi. Pendamping dari Dinas Pertanian Desa Panaikang memandu jalannya pelatihan agar proses belajar berjalan efektif dan sesuai standar. Dalam sesi diskusi, petani bertukar informasi terkait tantangan yang selama ini dihadapi serta manfaat yang dirasakan dari penggunaan pupuk organik. Beberapa petani mengungkapkan bahwa penggunaan pupuk kimia selama ini memiliki biaya yang cukup tinggi dan berdampak negatif pada kondisi tanah jangka panjang. Dengan penerapan pupuk Trichokompos, mereka berharap dapat mengurangi ketergantungan pada bahan kimia sekaligus meningkatkan hasil panen yang lebih sehat. Wawasan dan pengalaman ini menjadi landasan kuat dalam mengadopsi pola pertanian yang berkelanjutan dan lebih ramah lingkungan di Desa Panaikang.

Kegiatan Sekolah Lapang ini merupakan bagian dari program pemerintah desa yang bertujuan memberdayakan petani agar mampu berinovasi dalam mengelola sumberdaya yang ada secara efisien. Dengan memberikan pelatihan praktik langsung seperti pembuatan Trichokompos, diharapkan petani tidak hanya mengandalkan bahan dari luar namun juga dapat memanfaatkan limbah pertanian sebagai sumber pupuk berkualitas. Keberhasilan pelatihan ini juga menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam rangka mendukung pertanian organik yang saat ini semakin diminati oleh pasar dan konsumen. Pemerintah Desa Panaikang berencana terus mengadakan pertemuan lanjutan dengan materi lain yang berkaitan dengan pengendalian hama terpadu dan budidaya tanaman yang adaptif terhadap perubahan iklim. Melalui kegiatan seperti ini, desa berupaya meningkatkan produktivitas sekaligus menjaga kelestarian lingkungan sebagai modal utama pembangunan pertanian berkelanjutan.

Sebagai tindak lanjut dari pertemuan kelima ini, para petani peserta diharapkan dapat mengaplikasikan ilmu yang didapat di lahan masing-masing dan melaporkan perkembangan secara berkala. Sekolah Lapang akan terus mendampingi proses penerapan pupuk Trichokompos serta memberikan evaluasi untuk meningkatkan keberhasilan penggunaan pupuk organik. Selain itu, kegiatan ini juga menjadi momentum bagi petani untuk memperluas jaringan serta memperkuat solidaritas antar kelompok tani dalam satu desa. Dengan sinergi yang terbangun, pertanian Desa Panaikang diharapkan mampu menciptakan hasil panen yang lebih optimal, berkualitas, dan berkelanjutan. Keseriusan desa dalam mendukung inovasi pertanian melalui Sekolah Lapang membuktikan komitmen kuat demi kemajuan dan kesejahteraan masyarakat petani secara menyeluruh.

Sumber : PPID Desa Panaikang

Berita Terkait...

Berikan sebuah komentar